Seri Tulisan Witjaksono: Filosofi Sapu Lidi

Seri Tulisan Witjaksono: Filosofi Sapu Lidi
Seri Tulisan Witjaksono: Filosofi Sapu Lidi

Seri Tulisan Witjaksono: Filosofi Sapu Lidi
Sahabatku, hampir semua orang tahu dan paham apa itu kata persatuan. Ketika kita di bangku sekolah sering sekali mendapatkan pelajaran bahwa sebatang lidi sangat gampang untuk dipatahkan, tapi kalau sekumpulan lidi yang banyak kemudian diikat maka akan susah untuk dipatahkan.

Sejak kecil sangatlah baik untuk diajarkan filosofi sebuah kata berjamaah yang selama ini lebih banyak diungkapkan dalam bentuk kata kerja sama dan kata persatuan dibandingkan sebuah kata berjamaah dengan nilai dan filosofi yang sama.

Kalaulah persatuan itu adalah sebuah sapu lidi maka persatuan itu adalah kekuatan seutas tali yang dirajut di dalam sekumpulan lidi yang memiliki kesamaan visi dan misi. Kemudian pertanyaannya adalah apakah cukup sebuah persatuan dan kesatuan itu untuk menggerakkan dan menghasilkan sebuah manfaat yang besar dan berarti tanpa adanya sebuah tata cara, tata kelola, dan sosok penggerak?

Kalaulah kita sudah siapkan sebuah sapu lidi yang sangat bagus dan kokoh kemudian ditaruh di halaman rumah. Pertanyaannya adalah apakah sapu lidi itu bisa langsung memberikan manfaat untuk halaman?

Iya, semua orang pasti tahu jawabannya yaitu tidak mungkin sapu lidi itu berjalan sendiri dan memiliki ruh untuk menebar manfaat untuk halaman. Tidak mungkin sapu lidi itu memberikan panduan menata sebuah halaman.

Dalam hal ini, sapu lidi adalah suatu produk dari sebuah kata persatuan. Produk itu akan bermanfaat apabila ada yang menggunakan dan dikelola baik dengan manajemen yang baik, yang tentunya juga dalam hal ini adalah seorang pengelola/pemimpin yang ditunjuk untuk mengelola sapu lidi yang bertujuan jelas memberikan manfaat untuk lingkungan halaman sesuai dengan visi dan misi dari produk sapu lidi.

Kemudian bagaimana menggerakkan sebuah persatuan yang notabene adalah sebuah esensi dari kata berjamaah?

Persatuan itu butuh pengorbanan, persatuan itu butuh keteladanan, dan persatuan itu butuh perhatian. Butuh pengorbanan dari semua stakeholder dalam mencari solusi untuk hasil bersama, butuh keteladanan dari ruh pemimpin yang mengelola persatuan, dan butuh perhatian yang mendalam dalam menjaga konsistensi sebuah persatuan.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal tentunya sebuah produk sapu lidi itu harus dibuatkan dengan tujuan dan penggunaan yang jelas serta dengan seluruh prosedurnya. Tujuan awal yang sudah ditentukan dan disepakati bersama juga harus dilakukan bersama-sama pula. Bersama dalam kebaikan akan mendapatkan hasil maksimal dalam kebermanfaatan. Berjuta-juta cara, Berjuta-juta semangat, Berjuta-juta manfaat, untuk mendapat rahmat. Million Ways.
[Kelautan][twocolumns]

Tentang witjaksono.id

Website witjaksono.id ini dibuat untuk memperkenalkan seorang pengusaha muda sukses terkenal yaitu Mas Witjaksono. Di sini, Anda akan menemukan informasi mengenai latar belakang, prestasi, dan kontribusi yang telah dicapai oleh Mas Witjaksono. Selain itu, website ini juga menyajikan berbagai foto dan video yang menggambarkan kehidupan, karier, serta kegiatan sosial yang di lakukan Mas Witjaksono. Kami berharap bahwa melalui website ini, Anda akan lebih mengenal dan menyerap ilmu yang sudah Mas Witjaksono berikan. Dibawah ini kami akan memberikan informasi mengenai Witjaksono. Witjaksono, lahir di Pati, November 1981. Beliau merupakan Pengusaha Muda Sukses Indonesia, yang mempunyai puluhan perusahaan. Mas Witjaksono ataupun yang lebih akrab disapa Mas Witjak. Mas Witjaksono mulai dikenal banyak orang, khususnya para pebisnis muda. Mas Witjaksono banyak dikenal orang semenjak beliau sukses membesarkan 2 perusahaannya sampai go public. Mas Witjaksono sempat menceritakan gimana beliau mengawali bidang usaha dari modal‘ cuma’ 10 juta rupiah sampai berharga triliunan rupiah. Perjalanannya tidak gampang. Beliau awal kali tiba ke Jakarta dalam tahun 2004 sebab ditawari kegiatan di Australia oleh seseorang kawannya. Tetapi harapannya wajib karam sebab izin Mas Witjak ditolak dengan alibi tidak memiliki uang yang lumayan di dana buat menjamin kehidupan. Dari situlah Witjaksono termotivasi buat jadi pebisnis yang berhasil. Witjaksono ialah figur belia NU. Meski umurnya sedang terbilang masih muda, yaitu 40 tahun, tapi beliau sudah dipercaya menjabat bermacam posisi berarti di PBNU serta pula sebagian instansi serta komunitas yang lain. Beberapa instansi serta komunitas, antara lain sebagai berikut: 1. Ketua Umum SNNU (Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama) 2. Ketua Kornas Pertanian PBNU – Kementan 3. Wakil Ketua Pengusaha & Profesional Nahdliyin (P2N) 4. Ketua Pergerakan Kyai & Mubaligh NU 5. Wakil Ketua KADIN Jawa Tengah 6. Penasihat Komunitas Bisnis “Tangan Di Atas (TDA)” 7. Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia 8. Dewan Penasehat Asosiasi Petani Muda Indonesia (HTMI) 9. Wakil Sekjen Ikatan Alumni Universitas Diponegoro Di dalam sebuah seminar, Witjaksono pernah memberikan 3 Kunci Sukses yang wajib dimiliki jika ingin menjadi pebisnis, berikut 3 kunci sukses yang sudah kami rangkum: 1. Menjadi orang yang berani. “ Tak ada orang lembut yang berhasil. Yang berhasil tentu yang berani. Banyak saudara saya, salah satunya yang memiliki Sinar Mas, background- nya amat susah. Tetapi ia berani pada berperan,” kata Mas Witjaksono. Harus berani mengutip aksi yang berbahaya. Witjaksono mengutip ilustrasi pada perihal hutang. Baginya hutang pula amat berarti serta berfungsi besar pada menaikkan aset yang beliau punya. 2. Pembagian porsi dalam dewan direktur harus jelas Wajib terdapat leader biar industri tidak tercerai- berai.“ Semacam suatu negeri, jika pejabat- pejabatnya ribut, masyarakatnya tentu akan ikut ribut juga. Yang jadi korban tentu warga serta pegawai,” kata Mas Witjaksono. 3. Harus bisa akuntansi. Ilmu akuntansi sangat penting menurut Mas Witjaksono. Minimal seseorang CEO bisa membaca informasi keuangan. Tidak wajib ahli akuntansi, tidak wajib bisa membuat laporannya. Bila belum bisa, minimal harus bisa baca novel pengantar ilmu akuntansi. Tujuannya merupakan supaya tidak dibohongi pegawai.“ Ilmu akuntansi itu berarti! Tidak bisa jadi CEO serta konglomerat tidak mengerti akuntansi, minimal CEO serta konglomerat tentu bisa membaca informasi ataupun jurnal,” tutupnya. Itulah sedikit cerita tentang Witjaksono Sang Pengusaha Muda Sukses Indonesia. Mudah-mudahan berguna serta bisa diaplikasikan oleh para calon pebisnis agar berhasil.