[Bisnis][bsummary]
[Kelautan][bigposts]

Presiden RI Warning Penyeleweng Dana Covid-19, SNNU: Harus Dibarengi Dengan Target Kerja Terukur


Witjaksono

Presiden RI Warning Penyeleweng Dana Covid-19, SNNU: Harus Dibarengi Dengan Target Kerja Terukur -
Presiden warning agar para pemangku kepentingan tidak menyelewengkan dana untuk penanganan virus Covid-19 sehingga harus dibarengi dengan target yang jelas. Hal ini disampaikan oleh Witjaksono yang merupakan ketua SNNU. Beliau mengapresiasi presiden warning tersebut supaya orang-orang yang mengambil untung dari Dana Covid-19 ini dapat terkena hukumannya. Dana Covid-19 ini diharapkan dapat membantu untuk pemulihan ekonomi negara sehingga sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia yang terdampak.

Presiden warning ini diharapkan untuk membuat para pejabat yang mengelola anggaran dana Covid-19 dapat mengelola anggaran secara akuntabel dan juga transparan. Ketua SNNU, Witjaksono juga beranggapan jika dalam masa pemulihan pasca Covid-19, semua elemen harus dapat bekerja bersama secara simultan dan terencana, tentunya dibarengi dengan target kinerja yang terukur, baik jangka pendek, menengah, dan panjang.

Dengan adanya presiden warning ini, Ketua SNNU ini dapat menyoroti besarnya anggaran pemulihan ekonomi nasional yang sudah menyentuh angka Rp 695,20 triliun dari Rp 677,20 triliun. Dia beranggapan jika dana Covid-19 ini dapat digunakan dan dialokasikan pada berbagai bidang yang seharusnya dikawal implementasinya. Witjaksono juga menambahkan jika penentuan indikator capaian target dapat membantu pemerintah dalam melakukan evaluasi secara periodik. Dengan adanya dana Covid-19 ini, diharapkan akan membantu perekonomian Indonesia yang mengalami krisis karena pandemi.

Sebagai contoh, Ketua SNNU ini juga meminta supaya dana bantuan bagi pemerintah daerah yang mencapai angka Rp 106,11 triliun dapat diusut oleh berbagai pihak, baik aparat penegak hukum maupun masyarakat yang harus terlibat aktif memantau. Terlebih lagi dengan dana Covid-19 yang sangat mudah sekali dilakukan penyelewengan.

Dengan adanya presiden warning ini, Ketua SNNU juga berharap supaya dana Covid-19 ini tidak terbuang sia-sia, tetapi tidak terukur efektivasnya. Oleh karena itu, berbagai macam anggaran kesehatan yang mudah untuk diselewengkan dapat diperiksa lebih lanjut. Hal ini karena total anggaran kesehatan sendiri dapat menyentuh angka Rp 87,55 triliun. Belum lagi adanya anggaran perlindungan sosial yang dapat menyentuh hingga Rp 203,90 triliun. Bahkan ada juga insentif usaha sebesar Rp 120,61 triliun serta adanya insentif pajak dan dana UMKM yang nominalnya juga tidak sedikit. Dengan banyaknya dana Covid-19 ini tentunya tingkat penyelewengan akan makin tinggi.

Presiden warning ini juga menjadi salah satu acuan kepada penegak hukum agar tidak lengah mengawasi penyaluran dana Covid-19 ini. Ketua SNNU ini juga mengharapkan semua masyarakat Indonesia mau berpartisipasi dalam mengawasi penyaluran dana Covid-19 mengingat anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak main-main. Dengan adanya partisipasi masyarakat Indonesia dan juga para penegak hukum, penyelewengan dapat diminimalisasi sebanyak mungkin agar semua pihak yang membutuhkan bantuan dana Covid-19 ini dapat merasakan manfaatnya secara penuh.

.

[Kelautan][twocolumns]