Kisah Urwah Al-Bariqi

Kisah Urwah Al-Bariqi
 Kisah Urwah Al-Bariqi

Sahabat Nabi yang satu ini dikenal dengan kehebatanya dalam berusaha terutama yang sering disebut saat ini marketing atau pemasaran, selain itu pada masanya dia adalah seorang gubernur di kota Kuffah. Selain itu untuk urusan tawar-menawar dalam transaksi belanja dia juga dianggap sangat ahli dan luar biasa. Siapa dia, mari kita simak kisah Urwah Al-Bariqi berikut ini.

Urwah Al-Bariqi juga merupakan sahabat nabi yang sukses menjadi pengusaha dimana memiliki kekuatan yang handal dalam melakukan komunikasi dan negosiasi dengan berbagai relasi. Kemampuan itulah yang menghantarkan Urwah Al-Bariqi menjadi sosok yang sukses dalam berbisnis.

Adapun salah satu kisah menarik terkait Urwah Al-Bariqi yang menunjukkan bahwa dia memiliki kemmapuan komunikasi dan negoisasi yang hebat ditunjukkan ketika Urwah Al-Bariqi diminta Rasulullah untuk membeli daging kurban dengan harga satu dinar. Namun, ternyata hasil yang didapatkan oleh Urwah Al-Bariqi jauh lebih banyak di atas ekspetasi. Urwah Al-Bariqi mampu membahwa kambing dengan harga satu dinar di hadapan Rasulullah SAW. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan kemampuan negoisasi Urwah Al-Bariqi yang mumpuni. Tidak hanya itu, komunikasi yang hebat ini juga dapat digunakan oleh Urwah Al-Bariqi hingga dikenal secara luas sebaagi sosok yang pintar berdagang karena ia mampu menjual apapun yang ada di tangannya. Bagi Urwah sendiri, komunikasi merupakan hal yang esensial dan menjadi kunci dalam melakukan bisnis perniagaan karena mampu menjadi jembatan penghubung dari satu orang ke orang lainnya. Berikut merupakan strategi berbisnis yang dilakukan oleh Urwah Al-Bariqi:

1. Memiliki kemampuan untuk meyakinkan orang lain

2.Memiliki banyak relasi dan kenalan karena Urwah merupakan sosok yang suka menajamkan ingatan

3. Mengulas dan memahami sisi menarik dan unggul dari sebuah produk

Hal ini menjadi jalan terang kita bagi pembisnis untuk terus membaca perjalanan bisnis Nabi dan Sahabatnya agar kita mampu mengikuti jejak-jejaknya dalam tata cara berbisnis sampai bagaimana kita mampu untuk sukses dengan tidak menghalakan segala cara.

[Kelautan][twocolumns]