Ketua SNNU: Indonesia Wajib Siap dengan Gempuran Klaim Internasional

Ketua SNNU
Ketua SNNU

Gempuran Internasional yang dilakukan Tiongkok terhadap Indonesia dalam klaim Laut China Selatan menjadi topik yang banyak dibicarakan masyarakat Indonesia. Tidak terkecuali Ketua SNNU yang dipimpin oleh Witjaksono. SNNU yang merupakan singkatan dari Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama meminta pemerintah untuk segera menyiapkan diri dari berbagai gempuran internasional, khususnya yang berkaitan dengan isu nine dash yang dilakukan Tiongkok.

Tidak hanya sebagai Ketua SNNU saja yang meminta pemerintah dapat serius menangani gempuran klaim oleh negara lain. Namun, sebagai Wakil Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin, Witjaksono juga meminta untuk mempertajam kekuatan hukum yang dapat menunjang kedaulatan Indonesia. Wakil Ketua P2N-PBNU ini juga berpendapat jika garda terdepan harus dapat tampil dengan optimal baik dari TNI AL atau Bakamla karena mereka harus proaktif melakukan konsolidasi di lapangan secara terstruktur, terukur, dan terarah.

Tiongkok yang sedang gencar melakukan gempuran internasional yang salah satu isunya adalah nine dash line. Tidak mengherankan jika Witjaksono sebagai Ketua SNNU dan Wakil Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin mengatakan, “Dalam menghadapi proyeksi dua kekuatan besar yang disampaikan oleh Menlu Retno, TNI Angkatan Laut dan Badan Keamanan Laut atau Bakamla harus maksimal menjalankan perannya.”

Wakil Ketua P2N-PBNU juga mengimbau untuk semua elemen di parlemen untuk dapat mendukung kerja politik keamanan Pemerintahan Jokowi. Salah satu langkah penting yang dapat dilakukan DPR adalah mengawal implementasi dari UU Kelautan. Hal ini menjadi tujuan untuk dapat melindungi kepentingan nasional. Keamanan maritim merupakan salah satu kunci keamanan nasional terlebih lagi di Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Oleh sebab itu, Indonesia harus dapat menangkal gempuran internasional yang dilakukan oleh negara-negara tetangga. Terlebih untuk gempuran internasional dalam bidang maritim.

Wakil Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin ini juga berpendapat jika dukungan implementasi dari parlemen akan sangat dibutuhkan karena dapat mempertajam kekuatan hukum yang dapat menunjang kedaulatan laut Indonesia. Hal ini karena payung hukum itu dapat berfungsi menjadi dasar penolakan atas klaim Tiongkok terkait nine dash line.

Selain menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin atau Wakil Ketua P2N-PBNU, Witjaksono juga menjabat sebagai Ketua SNNU yang lebih konsentrasi dalam bidang maritim. SNNU atau Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama yang juga dirugikan oleh klaim sepihak Tiongkok berharap agar tidak ada lagi kejadian seperti ini.

Ketua SNNU ini juga berharap agar isu Laut China Selatan dalam sidang PBB segera diproses. Hal ini dilakukan karena Tiongkok merasa tidak melanggar hukum internasional. Akan tetapi, Menteri Luar Negeri Indonesia menilai klaim sepihak yang dilakukan oleh Tiongkok tersebut merupakan bentuk pelanggaran hukum internasional, yaitu UNCLOS 1982. Oleh karena itu, Witjaksono sebagai Wakil Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin berharap gempuran internasional seperti yang Tiongkok lakukan atas Laut China Selatan ini tidak dapat terulang kembali.

[Kelautan][twocolumns]

Tentang witjaksono.id

Website witjaksono.id ini dibuat untuk memperkenalkan seorang pengusaha muda sukses terkenal yaitu Mas Witjaksono. Di sini, Anda akan menemukan informasi mengenai latar belakang, prestasi, dan kontribusi yang telah dicapai oleh Mas Witjaksono. Selain itu, website ini juga menyajikan berbagai foto dan video yang menggambarkan kehidupan, karier, serta kegiatan sosial yang di lakukan Mas Witjaksono. Kami berharap bahwa melalui website ini, Anda akan lebih mengenal dan menyerap ilmu yang sudah Mas Witjaksono berikan. Dibawah ini kami akan memberikan informasi mengenai Witjaksono. Witjaksono, lahir di Pati, November 1981. Beliau merupakan Pengusaha Muda Sukses Indonesia, yang mempunyai puluhan perusahaan. Mas Witjaksono ataupun yang lebih akrab disapa Mas Witjak. Mas Witjaksono mulai dikenal banyak orang, khususnya para pebisnis muda. Mas Witjaksono banyak dikenal orang semenjak beliau sukses membesarkan 2 perusahaannya sampai go public. Mas Witjaksono sempat menceritakan gimana beliau mengawali bidang usaha dari modal‘ cuma’ 10 juta rupiah sampai berharga triliunan rupiah. Perjalanannya tidak gampang. Beliau awal kali tiba ke Jakarta dalam tahun 2004 sebab ditawari kegiatan di Australia oleh seseorang kawannya. Tetapi harapannya wajib karam sebab izin Mas Witjak ditolak dengan alibi tidak memiliki uang yang lumayan di dana buat menjamin kehidupan. Dari situlah Witjaksono termotivasi buat jadi pebisnis yang berhasil. Witjaksono ialah figur belia NU. Meski umurnya sedang terbilang masih muda, yaitu 40 tahun, tapi beliau sudah dipercaya menjabat bermacam posisi berarti di PBNU serta pula sebagian instansi serta komunitas yang lain. Beberapa instansi serta komunitas, antara lain sebagai berikut: 1. Ketua Umum SNNU (Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama) 2. Ketua Kornas Pertanian PBNU – Kementan 3. Wakil Ketua Pengusaha & Profesional Nahdliyin (P2N) 4. Ketua Pergerakan Kyai & Mubaligh NU 5. Wakil Ketua KADIN Jawa Tengah 6. Penasihat Komunitas Bisnis “Tangan Di Atas (TDA)” 7. Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia 8. Dewan Penasehat Asosiasi Petani Muda Indonesia (HTMI) 9. Wakil Sekjen Ikatan Alumni Universitas Diponegoro Di dalam sebuah seminar, Witjaksono pernah memberikan 3 Kunci Sukses yang wajib dimiliki jika ingin menjadi pebisnis, berikut 3 kunci sukses yang sudah kami rangkum: 1. Menjadi orang yang berani. “ Tak ada orang lembut yang berhasil. Yang berhasil tentu yang berani. Banyak saudara saya, salah satunya yang memiliki Sinar Mas, background- nya amat susah. Tetapi ia berani pada berperan,” kata Mas Witjaksono. Harus berani mengutip aksi yang berbahaya. Witjaksono mengutip ilustrasi pada perihal hutang. Baginya hutang pula amat berarti serta berfungsi besar pada menaikkan aset yang beliau punya. 2. Pembagian porsi dalam dewan direktur harus jelas Wajib terdapat leader biar industri tidak tercerai- berai.“ Semacam suatu negeri, jika pejabat- pejabatnya ribut, masyarakatnya tentu akan ikut ribut juga. Yang jadi korban tentu warga serta pegawai,” kata Mas Witjaksono. 3. Harus bisa akuntansi. Ilmu akuntansi sangat penting menurut Mas Witjaksono. Minimal seseorang CEO bisa membaca informasi keuangan. Tidak wajib ahli akuntansi, tidak wajib bisa membuat laporannya. Bila belum bisa, minimal harus bisa baca novel pengantar ilmu akuntansi. Tujuannya merupakan supaya tidak dibohongi pegawai.“ Ilmu akuntansi itu berarti! Tidak bisa jadi CEO serta konglomerat tidak mengerti akuntansi, minimal CEO serta konglomerat tentu bisa membaca informasi ataupun jurnal,” tutupnya. Itulah sedikit cerita tentang Witjaksono Sang Pengusaha Muda Sukses Indonesia. Mudah-mudahan berguna serta bisa diaplikasikan oleh para calon pebisnis agar berhasil.