Teladan Rosul Apa Saja yang Bisa Dipetik

Teladan Rosul Apa Saja yang Bisa Dipetik
Teladan Rosul Apa Saja yang Bisa Dipetik

Sebagai umat islam kita pasti sering sekali mendengar sejarah tentang teladan Nabi Muhammad SAW. yang diceritakan dibuku-buku ataupun mendengar langsung penyampaian dari orang tua dan guru kita, tentu hal itu menjadi pelajaran yang sangat baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Mari kita simak pembahasan mengenai teladan Rosulullah berikut ini.

Kata Rasul diambil dari kata ‘risala’ yang mengandung arti ‘penyampaian’. Kata rasul ini pun kemudian diartikan sebagai seseorang yang mengemban amanah untuk diberikan wahyu serta kepercayaan oleh Allah SWT dimana juga memiliki kewajiban untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada umat-Nya.

Nabi sekaligus rasul terakhir dalam agama Islam yaitu Nabi Muhammad SAW. Dalam menjalani kehidupannya, Nabi Muhammad senantiasa melakukan hal-hal baik yang kemudian dicontoh oleh sahabat-sahabatnya dan seluruh umat muslim. Hal ini menunjukkan bahwa perkataan, perbuatan, tingkah laku dan kebiasaan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dapat menjadi suri teladan yang menginspirasi dan memberikan petunjuk bagi umat muslim seluruh dunia hingga saat ini. Hal ini juga semakin ditegaskan dalam Q.S Al-Ahzab ayat 21 yang mengandung arti “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Kisah inspiratif yang berasal dari Nabi Muhammad pun sangat banyak yang mampu dijadikan teladan bagi umat muslim. Berikut adalah beberapa teladan rosul yang dapat dipetik sebagai pembelajaran bagi umat manusia.

Berperilaku Lemah Lembut

Nabi Muhammad selama hidupnya merupakan sosok yang berhati mulai dan selalu bersikap lemah lembut pada sesamanya. Beliau bersikap lemah lembut tidak hanya pada orang tua, melainkan pada sahabatnya dan seluruh pengikutnya. Bahkan Nabi Muhammad juga bersikap lemah lembut pada orang yang telah menghinanya, menganiayanya, bahkan membencinya. Perilaku inilah yang dapat menjadi teladan bagi manusia untuk selalu berperilaku lemah lembut kepada siapapun.

Tidak Suka Memupuk Kekayaan

Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai seseorang yang tidak memiliki kekayaan yang melimpah. Meskipun demikian, Nabi Muhammad dapat dikatakan sebagai seseorang ahli sedekah yang tidak pernah berbuat tamak maupun serakah terhadap harta. Nabi Muhammad selalu menganggap bahwa harta adalah titipan sehingga ia hidup sederhana dan tidak mau menumpuk harta di rumahnya. Kendati demikian, ketika ia memiliki rejeki maka Nabi Muhammad akan langsung bersedekah dan membagikanya ke orang-orang yang membutuhkan.

Selalu Waspada dan Taat Terhadap Perintah Allah

Semasa hidupnya, Nabi Muhammad dapat dianggap sebagai manusia yang paling taat terhadap perintah Allah SWT. Walaupun sudah dijamin masuk surga oleh Allah SWT, namun nabi Muhammad senantiasa beribadah secara khusu’ dan terus taat terhadap perintah Allah SWT. Nabi Muhammad sangat takut kepada Allah sehingga menjauhi larangan Allah. Ketakutan inilah yang kemudian membentuk sikap waspada terhadap seluruh perbuatan yang akan ia lakukan, termasuk ketika makan dan minum.

Bagaimana, mampukah kita mencontoh sikap atau teladan Rosulullah dalam menjalani hidup? Mulai dari hubungan kepada manusia, alam dan Tuhannya. Tentu orang biasa seperti kita tidak mampu menyamai tauladan kita seperti Rosulullah, akan tetapi atas keyakinan dan usahalah yang membuat kita tetap berdiri tegak setidaknya menjauhi larangannya.

[Kelautan][twocolumns]