Rosul Sebagai Pengusaha

Rosul Sebagai Pengusaha
 Rosul Sebagai Pengusaha

Rasulullah Muhammad SAW  merupakan sosok wirausaha yang sukses dan seorang
entrepreneur sejati pada masanya. Nabi Muhammad mengalami masa kejayaan sebagai sebagai pengusaha dan entrepreneur pada usia 20-25 tahun. Ketika berumur tersebut, Nabi Muhammad SAW mencapai titik keemasan karena kegigihannya dalam menjadi pengusaha.

Dalam masa kejayaannya sebagai pengusaha, Nabi Muhammad memiliki sebuah sikap yang dapat menjadi teladan bagi pebisnis saat ini. Sikap tersebut yaitu, Nabi Muhammad tetap menjadi sosok yang sederhana walaupun sedang berada di puncak sebagai seorang entrepreneur. Nabi Muhammad diketahui gemar berbagi kepada sesama dan tidak sombong. Bahkan Nabi Muhammad lebih mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri dan tidak berusaha pamer terhadap capaian yang sudah diperolehnya.

Adapun prinsip manajemen bisnis yang dilakukan oleh Rasulullah pada perkembangan bisnis modern mencangkup tiga hal yaitu:

1. Kepuasan pelanggan (customer satisfaction)

Kepuasan pelanggan ini berarti bahwa dalam menjalankan usaha, Nabi Muhammad berupaya untuk memenuhi kebutuhan dan selera pelanggan agar merasa puas. Kepuasan pelanggan sendiri memang menjadi faktor utama dalam bisnis dimana ketika pelanggan merasa puas, maka pelanggan dapat berpotensi untuk menggunakan kembali jasa atau produk yang ditawarkan.

2. Pelayanan yang unggul (service exellence)

Pelayanan unggul atau prima juga memegang peranan yang penting dengan pola layanan terbaik dan mengutamakan kepedulian terhadap pelanggan. Secara lebih ringkas, maka pelayanan unggul atau prima dapat diartikan sebagai pelayanan yang mampu memenuhi standar kualitas yang sesuai dengan ekspetasi dan memenuhi kepuasaan pelanggan.

3. Kejujuran (transparasi)

Dalam berbisnis, kejujuran juga menjadi hal yang penting untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan. Kejujuran ini juga selalu diterapkan oleh Nabi Muhammad  SAW sebagai upaya untuk membuat pelanggan setiap terhadap produk yang ditawakan. Tidak hanya itu, jika seorang pebisnis jujur, maka pelanggan dapat melakukan transaksi berulang-ulang karena sudah memiliki kepercayaan penuh terhadap produk atau jasa tersebut.

Bagaimana, mampukah kita mencontoh sikap atau teladan Rosulullah dalam menjalani hidup, mulai dari hubungan kepada manusia, alam dan Tuhannya. Tentu orang biasa seperti kita tidak mampu menyamai tauladan kita seperti Rosulullah, akan tetapi atas keyakinan dan usahalah yang membuat kita tetap berdiri tegak setidaknya menjauhi larangannya.

[Kelautan][twocolumns]