Seri Million Ways: Bisnis dengan Un-Organic Growth (1)

Seri Million Ways: Bisnis dengan Un-Organic Growth (1)
Seri Million Ways: Bisnis dengan Un-Organic Growth (1)

Seri Million Ways: Bisnis dengan Un-Organic Growth (1)
Jika sebelumnya sudah dibahas perkembangan bisnis melalui organic growth, pada tulisan ini saya sedikit mengupas gambaran sebuah metode leverage bisnis dengan gaya unorganic growth. Sesi pertama seri ini akan membahas: leveraged buyout (LBO).

LBO adalah akuisisi. Biasanya perusahaan, tetapi bisa pula aset tunggal seperti real estate yang harga belinya dibantu oleh gabungan saham dan utang dan yang arus kas atau aset targetnya dipakai untuk menjamin dan melunasi utang. Karena utang biasanya memiliki biaya modal yang lebih rendah daripada saham, imbal balik saham meningkat seiring peningkatan utang. Utang tersebut otomatis menjadi dongkrak untuk menambah imbal balik yang menjadi asal usul istilah LBO. Secara harafiah: pembelian terdongkrak.

Saya akan gunakan sebuah kisah untuk membantu pembaca dalam memahami konsep tersebut. Sekitar tujuh tahun lalu, pada saat salah satu bisnis saya seger buger, saya sudah mempraktikkan sebuah ilmu seni korporasi yang namanya leveraged buyout. Jujur, saat itu saya tidak terlalu paham tentang LBO. Akan tetapi, karena mempraktikkan teori LBO maka saya bisa memahami konsep tersebut.

Saat itu, order perusahaan sangat bagus, omzet melejit, dan semua orang datang berduyun-duyun siap membantu pengembangan bisnis. Ibaratnya, bisnis kita ini seperti permen manis yang rasa manisnya tercium ke mana mana. Rasa gairah muda bergejolak, terus berpikir bagaimana bisnis ini berkembang lebih melesat tinggi? Akhirnya, kita putuskan dengan cara akuisisi perusahaan supplier dan kompetitor.

Unorganic growth pada prinsipnya mengembangkan bisnis dengan cara tidak alami dan cenderung memanfaatkan perkembangan bisnis orang lain untuk digabungkan dengan bisnis sendiri agar sinergitas usaha lebih solid dan mempercepat laju peluang usaha. Saat itu, kita mengambil alih satu perusahaan supplier yang sekaligus sebagai kompetitor di mana perusahaan itu kita lihat punya potensi bagus tapi tidak maksimal. Akhirnya, kita putuskan untuk mengambil alih 100% kepemilikan saham atas kompetitor itu.

Metode LBO, yaitu menggabungkan kekuatan finansial perusahaan existing (diperoleh dari laba perusahaan) dengan bantuan pihak lain yang digunakan untuk mengambil alih saham perusahaan. Karena saat itu yang menawarkan dana adalah pihak perbankkan maka kita putuskan untuk melakukan akuisisi dengan dibantu dana perbankan. (Mohon maaf saya bukannya mengajarkan untuk berutang).

Alhasil, keberhasilan akuisisi itu menciptakan citra positif buat perusahaan, baik di persaingan dan kapasitas produksi. Kita melakukan reconcept management yang awalnya satu shift menjadi tiga shift, memperbarui mesin produksi, dan merombak manajemen. Alhasil, dalam kurun waktu tidak lebih dari dua tahun maka hasil produksi dari 800 ton per bulan menjadi 3.000 ton per bulan. Nah, itu gambaran kasar apa itu LBO.

Dalam otak saya sekarang terpikir bagaimana kalau kita melakukan LBO tapi tidak menggunakan dana utang. Nah, itu yang akan dibahas detail adalah bagaimana saya melakukan LBO dengan utang (pada saat itu) dan akan saya ajak teman-teman nanti berdiskusi melakukan seni unorganic growth salah satunya LBO tanpa menggunakan utang.

Metode baru ini saya sebut leveraged crowd buyout (LCBO). Apa itu dan bagaimana melakukannya? Bantu saya untuk berpikir dan mengubah ekonomi kita dengan cara berbeda.

berjuta-juta cara, berjuta-juta semangat, berjuta-juta manfaat, untuk mendapat rahmat. Million Ways.
[Kelautan][twocolumns]

Tentang witjaksono.id

Website witjaksono.id ini dibuat untuk memperkenalkan seorang pengusaha muda sukses terkenal yaitu Mas Witjaksono. Di sini, Anda akan menemukan informasi mengenai latar belakang, prestasi, dan kontribusi yang telah dicapai oleh Mas Witjaksono. Selain itu, website ini juga menyajikan berbagai foto dan video yang menggambarkan kehidupan, karier, serta kegiatan sosial yang di lakukan Mas Witjaksono. Kami berharap bahwa melalui website ini, Anda akan lebih mengenal dan menyerap ilmu yang sudah Mas Witjaksono berikan. Dibawah ini kami akan memberikan informasi mengenai Witjaksono. Witjaksono, lahir di Pati, September 1981. Beliau merupakan Pengusaha Muda Sukses Indonesia, yang mempunyai puluhan perusahaan. Mas Witjaksono ataupun yang lebih akrab disapa Mas Witjak. Mas Witjaksono mulai dikenal banyak orang, khususnya para pebisnis muda. Mas Witjaksono banyak dikenal orang semenjak beliau sukses membesarkan 2 perusahaannya sampai go public. Mas Witjaksono sempat menceritakan gimana beliau mengawali bidang usaha dari modal‘ cuma’ 10 juta rupiah sampai berharga triliunan rupiah. Perjalanannya tidak gampang. Beliau awal kali tiba ke Jakarta dalam tahun 2004 sebab ditawari kegiatan di Australia oleh seseorang kawannya. Tetapi harapannya wajib karam sebab izin Mas Witjak ditolak dengan alibi tidak memiliki uang yang lumayan di dana buat menjamin kehidupan. Dari situlah Witjaksono termotivasi buat jadi pebisnis yang berhasil. Witjaksono ialah figur belia NU. Meski umurnya sedang terbilang masih muda, yaitu 40 tahun, tapi beliau sudah dipercaya menjabat bermacam posisi berarti di PBNU serta pula sebagian instansi serta komunitas yang lain. Beberapa instansi serta komunitas, antara lain sebagai berikut: 1. Ketua Umum SNNU (Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama) 2. Ketua Kornas Pertanian PBNU – Kementan 3. Wakil Ketua Pengusaha & Profesional Nahdliyin (P2N) 4. Ketua Pergerakan Kyai & Mubaligh NU 5. Wakil Ketua KADIN Jawa Tengah 6. Penasihat Komunitas Bisnis “Tangan Di Atas (TDA)” 7. Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia 8. Dewan Penasehat Asosiasi Petani Muda Indonesia (HTMI) 9. Wakil Sekjen Ikatan Alumni Universitas Diponegoro Di dalam sebuah seminar, Witjaksono pernah memberikan 3 Kunci Sukses yang wajib dimiliki jika ingin menjadi pebisnis, berikut 3 kunci sukses yang sudah kami rangkum: 1. Menjadi orang yang berani. “ Tak ada orang lembut yang berhasil. Yang berhasil tentu yang berani. Banyak saudara saya, salah satunya yang memiliki Sinar Mas, background- nya amat susah. Tetapi ia berani pada berperan,” kata Mas Witjaksono. Harus berani mengutip aksi yang berbahaya. Witjaksono mengutip ilustrasi pada perihal hutang. Baginya hutang pula amat berarti serta berfungsi besar pada menaikkan aset yang beliau punya. 2. Pembagian porsi dalam dewan direktur harus jelas Wajib terdapat leader biar industri tidak tercerai- berai.“ Semacam suatu negeri, jika pejabat- pejabatnya ribut, masyarakatnya tentu akan ikut ribut juga. Yang jadi korban tentu warga serta pegawai,” kata Mas Witjaksono. 3. Harus bisa akuntansi. Ilmu akuntansi sangat penting menurut Mas Witjaksono. Minimal seseorang CEO bisa membaca informasi keuangan. Tidak wajib ahli akuntansi, tidak wajib bisa membuat laporannya. Bila belum bisa, minimal harus bisa baca novel pengantar ilmu akuntansi. Tujuannya merupakan supaya tidak dibohongi pegawai.“ Ilmu akuntansi itu berarti! Tidak bisa jadi CEO serta konglomerat tidak mengerti akuntansi, minimal CEO serta konglomerat tentu bisa membaca informasi ataupun jurnal,” tutupnya. Itulah sedikit cerita tentang Witjaksono Sang Pengusaha Muda Sukses Indonesia. Mudah-mudahan berguna serta bisa diaplikasikan oleh para calon pebisnis agar berhasil.