Serikat Nelayan NU Minta KKP Perhatikan Potensi Kerusakan Ekosistem di Perairan Indonesia

Serikat Nelayan NU Minta KKP Perhatikan Potensi Kerusakan Ekosistem di Perairan Indonesia
Serikat Nelayan NU Minta KKP Perhatikan Potensi Kerusakan Ekosistem di Perairan Indonesia

Serikat Nelayan NU Minta KKP Perhatikan Potensi Kerusakan Ekosistem di Perairan Indonesia
Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengkritik kebijakan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang kembali membuka kran ekspor benih lobster. Susi menyoroti rendahnya penerimaan negara yang didapatkan dari ekspor benih lobster.

"PNBP ekspor bibit lobster Rp 250 per 1.000 ekor. Satu kali ekspor dapat satu bungkus rokok masuk ke rekening negara," kritik Susi melalui laman Twitter pribadinya, Kamis 25 Juni 2020.

Merespons hal itu, Ketua Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU), Witjaksono, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di era Edhy Prabowo menjalankan skema syarat tertentu bagi para eksportir.

Kata Pria yang juga Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia ini, maksud dari usulan syarat bagi para eksportir merupakan jalan tengah mengatasi pro kontra kebijakan ekspor benih lobster yang dilarang pada masa kepemimpinan Susi Pudjiastuti.

Witjaksono menyebutkan, kekhawatiran Susi soal Kerusakan Ekosistem Perairan Indonesia terutama di bidang lobster memang realistis. Namun demikian, argumentasi Presiden Jokowi yang mempertimbangkan keberlangsungan para nelayan dan pengusaha yang bergantung pada ekspor benih lobster juga tak kalah penting.

Wakil Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N-PBNU) ini kemudian mengatakan, pemerintah perlu memberlakukan syarat bagi pengusaha yang mendapatkan izin ekspor lobster. Baik dari sisi kuantitas, jangka waktu dan juga kewajiban menanamkan investasi untuk budi daya penggemukan lobster.

"Kita beri kran ekspor bibit lobster bagi pengusaha atau petani dengan kuantitas dan kurun waktu tertentu, ada syarat bagi eksportir, mereka diwajibkan untuk berinvestasi di bidang budidaya penggemukan lobster dalam negeri," demikian kata Witjaksono, Sabtu malam, Jakarta (27/6/2020).

Dengan penerapan kebijakan syarat tertentu itu, SNNU meyakini, kedepan hanya dalam waktu dua tahun Indonesia akan menjadi negara pengekspor lobster untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional.

"Dengan komitmen para eksportir itu dipastikan Indonesia tidak lagi ekspor bibit lobster lagi, tetapi 100 persen lobster hidup dan beku yang dibutuhkan dunia internasional. Nelayan, petani tambak dan pengusaha lobster bisa survive dan memajukan ekonomi mereka," demikian kata Witjaksono.

SNNU juga mendorong pemerintah agar menerbitkan Kebijakan Ekpor Lobster yang dapat mendatangkan para investor asing yang membutuhkan ketersediaan lobster Indonesia.

Tujuannya, dengan paket kebijakan yang dapat menarik minat investor, para nelayan dan pengusaha dalam negeri akan dilibatkan dalam kerja pembudidayaan lobster. Imbasnya akan meningkatkan martabat ekonomi negara dan juga para stakeholder di dunia usaha lobster.

"Investor asing dapat bekerja sama dengan nelayan, petani tambak dan para pengusaha dalam negeri. Ini akan memberi multiplier effect bagi pendapatan negara dan juga ekonomi nelayan akan naik," demikian usulan Penulis Buku Reborn Maritim Indonesia ini.
[Kelautan][twocolumns]

Tentang witjaksono.id

Website witjaksono.id ini dibuat untuk memperkenalkan seorang pengusaha muda sukses terkenal yaitu Mas Witjaksono. Di sini, Anda akan menemukan informasi mengenai latar belakang, prestasi, dan kontribusi yang telah dicapai oleh Mas Witjaksono. Selain itu, website ini juga menyajikan berbagai foto dan video yang menggambarkan kehidupan, karier, serta kegiatan sosial yang di lakukan Mas Witjaksono. Kami berharap bahwa melalui website ini, Anda akan lebih mengenal dan menyerap ilmu yang sudah Mas Witjaksono berikan. Dibawah ini kami akan memberikan informasi mengenai Witjaksono. Witjaksono, lahir di Pati, November 1981. Beliau merupakan Pengusaha Muda Sukses Indonesia, yang mempunyai puluhan perusahaan. Mas Witjaksono ataupun yang lebih akrab disapa Mas Witjak. Mas Witjaksono mulai dikenal banyak orang, khususnya para pebisnis muda. Mas Witjaksono banyak dikenal orang semenjak beliau sukses membesarkan 2 perusahaannya sampai go public. Mas Witjaksono sempat menceritakan gimana beliau mengawali bidang usaha dari modal‘ cuma’ 10 juta rupiah sampai berharga triliunan rupiah. Perjalanannya tidak gampang. Beliau awal kali tiba ke Jakarta dalam tahun 2004 sebab ditawari kegiatan di Australia oleh seseorang kawannya. Tetapi harapannya wajib karam sebab izin Mas Witjak ditolak dengan alibi tidak memiliki uang yang lumayan di dana buat menjamin kehidupan. Dari situlah Witjaksono termotivasi buat jadi pebisnis yang berhasil. Witjaksono ialah figur belia NU. Meski umurnya sedang terbilang masih muda, yaitu 40 tahun, tapi beliau sudah dipercaya menjabat bermacam posisi berarti di PBNU serta pula sebagian instansi serta komunitas yang lain. Beberapa instansi serta komunitas, antara lain sebagai berikut: 1. Ketua Umum SNNU (Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama) 2. Ketua Kornas Pertanian PBNU – Kementan 3. Wakil Ketua Pengusaha & Profesional Nahdliyin (P2N) 4. Ketua Pergerakan Kyai & Mubaligh NU 5. Wakil Ketua KADIN Jawa Tengah 6. Penasihat Komunitas Bisnis “Tangan Di Atas (TDA)” 7. Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia 8. Dewan Penasehat Asosiasi Petani Muda Indonesia (HTMI) 9. Wakil Sekjen Ikatan Alumni Universitas Diponegoro Di dalam sebuah seminar, Witjaksono pernah memberikan 3 Kunci Sukses yang wajib dimiliki jika ingin menjadi pebisnis, berikut 3 kunci sukses yang sudah kami rangkum: 1. Menjadi orang yang berani. “ Tak ada orang lembut yang berhasil. Yang berhasil tentu yang berani. Banyak saudara saya, salah satunya yang memiliki Sinar Mas, background- nya amat susah. Tetapi ia berani pada berperan,” kata Mas Witjaksono. Harus berani mengutip aksi yang berbahaya. Witjaksono mengutip ilustrasi pada perihal hutang. Baginya hutang pula amat berarti serta berfungsi besar pada menaikkan aset yang beliau punya. 2. Pembagian porsi dalam dewan direktur harus jelas Wajib terdapat leader biar industri tidak tercerai- berai.“ Semacam suatu negeri, jika pejabat- pejabatnya ribut, masyarakatnya tentu akan ikut ribut juga. Yang jadi korban tentu warga serta pegawai,” kata Mas Witjaksono. 3. Harus bisa akuntansi. Ilmu akuntansi sangat penting menurut Mas Witjaksono. Minimal seseorang CEO bisa membaca informasi keuangan. Tidak wajib ahli akuntansi, tidak wajib bisa membuat laporannya. Bila belum bisa, minimal harus bisa baca novel pengantar ilmu akuntansi. Tujuannya merupakan supaya tidak dibohongi pegawai.“ Ilmu akuntansi itu berarti! Tidak bisa jadi CEO serta konglomerat tidak mengerti akuntansi, minimal CEO serta konglomerat tentu bisa membaca informasi ataupun jurnal,” tutupnya. Itulah sedikit cerita tentang Witjaksono Sang Pengusaha Muda Sukses Indonesia. Mudah-mudahan berguna serta bisa diaplikasikan oleh para calon pebisnis agar berhasil.