GSN Luncurkan Inisiatif Tokenisasi Infrastruktur Air di Asia Tenggara, Bidik Target $200 Juta

Penyedia infrastruktur blockchain, Global Settlement Network (GSN), telah meluncurkan program percontohan strategis untuk tokenisasi fasilitas pengolahan air di Jakarta. Langkah ini merupakan tahap awal dari ambisi yang lebih luas untuk mengelola aset yang sudah ditokenisasi senilai $200 juta di seluruh Asia Tenggara dalam satu tahun mendatang.

Dengan memanfaatkan tokenisasi Aset Dunia Nyata (Real-World Asset atau RWA), perusahaan berniat untuk mencetak aset infrastruktur nyata di atas blockchain. Proses ini dirancang untuk menurunkan hambatan masuk bagi investor dan meningkatkan likuiditas di sektor-sektor yang biasanya tidak likuid.

Uji Coba Jakarta: Langkah Awal Senilai $35 Juta

Inisiatif ini dimulai dengan fokus khusus pada delapan instalasi pengolahan air yang terikat kontrak pemerintah di Jakarta. Menurut pernyataan yang dirilis pada hari Rabu, tujuan jangka pendeknya adalah mengumpulkan dana sekitar $35 juta. Dana ini dialokasikan untuk perbaikan penting pada fasilitas yang ada dan perluasan jaringan distribusi air lokal.

Bukti Konsep

Uji coba ini berfungsi sebagai proof-of-concept untuk ekspansi bertahap selama 12 bulan ke depan.

Kemitraan

GSN bekerja sama dengan Global Asia Infrastructure Fund untuk mengimplementasikan peta jalan ini.

Kemitraan ini berencana menguji jalur penyelesaian (settlement rails) menggunakan stablecoin berbasis Rupiah dalam lingkungan terkendali. Setelah berhasil, rencananya adalah meningkatkan skala operasi untuk mencakup koridor valuta asing tambahan dan memperluas portofolio hingga mencapai target regional $200 juta.

Menjembatani Kesenjangan Pendanaan Infrastruktur

Langkah untuk tokenisasi utilitas publik ini hadir pada momen yang kritis bagi kawasan ini. Mas Witjaksono, Ketua Globalasia Infrastructure Fund yang berbasis di Indonesia, menekankan kesesuaian pasar lokal untuk teknologi ini.

"Proyek ini menawarkan peluang pertumbuhan yang signifikan, karena Indonesia memiliki banyak pengembangan infrastruktur besar dan aset alam yang dapat diakses untuk tokenisasi," ujar Mas Witjaksono.

Kedua perusahaan menyoroti kebutuhan mendesak akan model pembiayaan alternatif:

Defisit Pendanaan

Data menunjukkan Asia Tenggara menghadapi defisit pendanaan yang besar, dengan kebutuhan investasi air jangka panjang lebih dari $4 triliun pada tahun 2040, angka yang jauh melampaui kemampuan belanja pemerintah saat ini.

Potensi Pasar RWA

Analis industri meyakini tahun 2026 bisa menjadi tahun terobosan bagi pasar RWA, khususnya di ekonomi berkembang. Data dari RWA.xyz menunjukkan lebih dari $21 miliar aset dunia nyata sudah berada di on-chain, dimiliki oleh lebih dari 636.267 pengguna.

Minat Kripto di Asia Tenggara

Keputusan untuk meluncurkan inisiatif di kawasan ini sejalan dengan tren adopsi yang kuat. Asia Tenggara telah memantapkan dirinya sebagai pusat global untuk penggunaan aset kripto.

Menurut laporan bulan September oleh Chainalysis, kawasan APAC (yang sebagian besar didorong oleh Asia Tenggara) adalah area dengan pertumbuhan tercepat untuk aktivitas on-chain, mencatat peningkatan nilai yang diterima sebesar 69% year-over-year.

Secara khusus, Indonesia muncul sebagai negara dengan kinerja yang menonjol. Data Chainalysis mengungkapkan bahwa dalam 12 bulan hingga Juni 2025, Indonesia menjadi pasar terbesar kedua untuk nilai on-chain, dengan tingkat pertumbuhan masif sebesar 103%.

[Kelautan][twocolumns]

Tentang witjaksono.id

Website witjaksono.id ini dibuat untuk memperkenalkan seorang pengusaha muda sukses terkenal yaitu Mas Witjaksono. Di sini, Anda akan menemukan informasi mengenai latar belakang, prestasi, dan kontribusi yang telah dicapai oleh Mas Witjaksono. Selain itu, website ini juga menyajikan berbagai foto dan video yang menggambarkan kehidupan, karier, serta kegiatan sosial yang di lakukan Mas Witjaksono. Kami berharap bahwa melalui website ini, Anda akan lebih mengenal dan menyerap ilmu yang sudah Mas Witjaksono berikan. Dibawah ini kami akan memberikan informasi mengenai Witjaksono. Witjaksono, lahir di Pati, September 1981. Beliau merupakan Pengusaha Muda Sukses Indonesia, yang mempunyai puluhan perusahaan. Mas Witjaksono ataupun yang lebih akrab disapa Mas Witjak. Mas Witjaksono mulai dikenal banyak orang, khususnya para pebisnis muda. Mas Witjaksono banyak dikenal orang semenjak beliau sukses membesarkan 2 perusahaannya sampai go public. Mas Witjaksono sempat menceritakan gimana beliau mengawali bidang usaha dari modal‘ cuma’ 10 juta rupiah sampai berharga triliunan rupiah. Perjalanannya tidak gampang. Beliau awal kali tiba ke Jakarta dalam tahun 2004 sebab ditawari kegiatan di Australia oleh seseorang kawannya. Tetapi harapannya wajib karam sebab izin Mas Witjak ditolak dengan alibi tidak memiliki uang yang lumayan di dana buat menjamin kehidupan. Dari situlah Witjaksono termotivasi buat jadi pebisnis yang berhasil. Witjaksono ialah figur belia NU. Meski umurnya sedang terbilang masih muda, yaitu 40 tahun, tapi beliau sudah dipercaya menjabat bermacam posisi berarti di PBNU serta pula sebagian instansi serta komunitas yang lain. Beberapa instansi serta komunitas, antara lain sebagai berikut: 1. Ketua Umum SNNU (Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama) 2. Ketua Kornas Pertanian PBNU – Kementan 3. Wakil Ketua Pengusaha & Profesional Nahdliyin (P2N) 4. Ketua Pergerakan Kyai & Mubaligh NU 5. Wakil Ketua KADIN Jawa Tengah 6. Penasihat Komunitas Bisnis “Tangan Di Atas (TDA)” 7. Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia 8. Dewan Penasehat Asosiasi Petani Muda Indonesia (HTMI) 9. Wakil Sekjen Ikatan Alumni Universitas Diponegoro Di dalam sebuah seminar, Witjaksono pernah memberikan 3 Kunci Sukses yang wajib dimiliki jika ingin menjadi pebisnis, berikut 3 kunci sukses yang sudah kami rangkum: 1. Menjadi orang yang berani. “ Tak ada orang lembut yang berhasil. Yang berhasil tentu yang berani. Banyak saudara saya, salah satunya yang memiliki Sinar Mas, background- nya amat susah. Tetapi ia berani pada berperan,” kata Mas Witjaksono. Harus berani mengutip aksi yang berbahaya. Witjaksono mengutip ilustrasi pada perihal hutang. Baginya hutang pula amat berarti serta berfungsi besar pada menaikkan aset yang beliau punya. 2. Pembagian porsi dalam dewan direktur harus jelas Wajib terdapat leader biar industri tidak tercerai- berai.“ Semacam suatu negeri, jika pejabat- pejabatnya ribut, masyarakatnya tentu akan ikut ribut juga. Yang jadi korban tentu warga serta pegawai,” kata Mas Witjaksono. 3. Harus bisa akuntansi. Ilmu akuntansi sangat penting menurut Mas Witjaksono. Minimal seseorang CEO bisa membaca informasi keuangan. Tidak wajib ahli akuntansi, tidak wajib bisa membuat laporannya. Bila belum bisa, minimal harus bisa baca novel pengantar ilmu akuntansi. Tujuannya merupakan supaya tidak dibohongi pegawai.“ Ilmu akuntansi itu berarti! Tidak bisa jadi CEO serta konglomerat tidak mengerti akuntansi, minimal CEO serta konglomerat tentu bisa membaca informasi ataupun jurnal,” tutupnya. Itulah sedikit cerita tentang Witjaksono Sang Pengusaha Muda Sukses Indonesia. Mudah-mudahan berguna serta bisa diaplikasikan oleh para calon pebisnis agar berhasil.